Pilih mana yang anda suka

Minggu, 07 April 2013

Kasus Sekolah

Bagian 1

Hari minggu ini aku dan teman – temanku berencana berkumpul di sekolah. Kami akan mengerjakan tugas mengarang sebuah cerita bersambung. Tugas ini sebenarnya adalah tugas mandiri. Tetapi, berhubung aku sudah menyelesaikan tugas ini terlebih dahulu, jadi mereka meminta aku untuk membantu.

Teman – temanku ini adalah Shiro dan Akira. Shino adalah cewek di kelasku yang pintar menggambar, tetapi sama sekali tidak bisa mengarang sebuah cerita. Sedangkan Akira, sebenarnya dia adalah orang dari kelas 9-5. Aku baru mengenal dia lewat media sosial. Dia adalah ketua kelas 9-5.

Kami berkumpul di kelas 9-4, kelasku. Berhubung bapak akmi tidak bertemu dengan bapak satpam sekolah, jadi kami memutuskan untuk langsung mengambil kunci kelas di Ruang Tata Usaha. Setelah mengambil kunci kelasku, Akira menulis pesan disecarik kertas yang ia lipat menjadi dua.

Mungkin di menulis pesan kepada bapak satpam sekolah. Ia menulis dengan sangat rapi dan tebal dengan pensilnya. Setelah itu Akira merobek kertas itu menjadi dua lalu menulis lagi di sisi kertas yang satunya. Kali ini ia menulis dengan sedikit lembut. Lalu ia menempelnya di tempat kunci.

Rabu, 03 April 2013

Piece Of Memories 1

Aku melihat kearah jendela kelas di samping kiri tempat dudukku. Melihat tiap tetes air hujan yang turun dengan derasnya, aku merasa bosan dengan kehidupanku saat ini.

Alex : Hah ( menghela nafas ) *hujan, dingin, sepi (menatap ke arah jendela kelas ) mungkin alam mendukung kehidupanku dengan rintik hujan ini. Di tambah lagi dengan guru ini (menatap kea rah papan tulis) Apa dia sedang belajar menulis huruf alien x,y,a,b,n ditambah dengan angka rumit dengan garis penghubung yang beraturan. *

Ren : hai (menepuk pundak Alex) kamu masih ingat kan kalau aku di sini ? (menatap keheranan)

Alex : Ha? Maksudmu? Ya iyalah

Ren : Nggak (menggelengkan kepala) daritadi kamu hanya bengong menatap jendela, jadi aku mengira kalau kamu menganggap dirimu sendirian di dunia ini dan melupakan orang – orang di sampingmu (tersenyum)

Alex : maaf (menepuk pundak Ren sambil menunduk) Aku cuma bosan dengan keseharianku. Maaf ya.

Ren : Hahaha (tertawa lebar) *bel pulang berbunyi* hem sudah bel ternyata. Ayo kita pulang (membereskan buku dimeja)

Alex : Hehehe… (membereskan buku di meja)

Setelah membereskan buku kami, aku dan teman – teman sekelas berdo’a lalu mengucapkan salam pada guru. Aku pulang dengan jalan kaki, sedangkan Ren dijemput oleh ayahnya seperti biasa. Jadi, aku mengobrol dengan Ren sambil ia menunggu jemputannya. Kami mengobrol di depan gerbang sekolah.

Minggu, 31 Maret 2013

Misteri Surat Ancaman


Ting tong ting tong ting tong ting tong. Suara bel rumah terdengar keras. Aku mulai beranjak dari tempat tidurku dan menuju pintu. “siapakah gerangan yang bertamu selarut ini?” aku bertanya pada diriku dalam perjalanan menuju pintu. Ku buka pintu itu dan ternyata inspektur Starling lah yang akan bertamu.

Aku tersenyum kepada dia dan berharap akan ada “sesuatu” yang besar dalam amplop yang dibawanya. Dia langsung bicara terburu-buru “arb … a… ada.. be… berita”.”Tenangkan dirimu inspektur,terburu-buru hanya akan membuatmu tersesat” ku tenangkan dia dan kupersilakan duduk di sofa ruang tamu.”Anda sudah tenang inspektur? Mungkin sekarang anda bisa menjelaskan arti anda untuk datang kemari” aku bertanya dengan halus kepada dia. “Begini aku baru saja datang dari kantor kepolisian” dia menjawab dengan penuh ketakutan “Aku sudah tahu itu, jasmu berantakan, ada noda kopi di kumismu, dan tinta dipipimu sebelah kiri.Aku menebak kalau kau baru saja tertidur setelah menandatangani berkas” kuucapkan hipotesaku padanya “seperti biasa kau mengesankan,Arbys” jawab dia dengan sedikit tenang “hanya hal biasa dan hobiku inspektur.Mmmm… mungkin sekarang waktunya kau membuka amplop itu” gumamku sambil menunjuk amplop yang dibawanya.

Chapter 1

Awal dari Sebuah Cerita


“Krak” Aku menginjak sebuah bunga di tengah trotoar. Tangkai bunga itu panjangnya sekitar 10 centimeter. Bunga itu jika dalam perkiraanku adalah bunga mawar. Bunga mawar merah. Bunga ini dikatakan adalah lambang kasih sayang. Jika warnanya kuning berarti perpisahan, tetapi jika berwarna merah berarti pertemuan. Yah, itu mungkin hanya dalam pikiranku.

Aku mengambil bunga mawar itu. Lalu kupandang sebentar untuk memastikan bahwa itu benar – benar bunga mawar. “Apa bunga ini punya kaki dan jalan sendiri? Di sini kan tidak ada tumbuhan bunga mawar. Hah, apa pemilik rumah itu tadi tidak sengaja menjatuhkannya di trotoar ketika turun jalan masuk ke rumah? Mungkin bunga mawar ini tidak penting juga” Pikirku sambil memegang bunga mawar itu.

Satu yang aneh pada momen ini. Kenapa ada bunga mawar merah di trotoar? Di sini bahkan hanya ada pohon talok setinggi 4 meter , tanaman bunga melati yang belum berbunga, pohon pisang yang bahkan belum bertunas, dan beberapa tumbuhan tidak kuketahui namanya. Tanaman – tanaman itu tampak asri di halaman sebuah rumah.