Ting tong ting tong ting tong ting tong. Suara bel rumah terdengar keras. Aku mulai beranjak dari tempat tidurku dan menuju pintu. “siapakah gerangan yang bertamu selarut ini?” aku bertanya pada diriku dalam perjalanan menuju pintu. Ku buka pintu itu dan ternyata inspektur Starling lah yang akan bertamu.
Aku tersenyum kepada dia dan berharap akan ada “sesuatu” yang besar dalam amplop yang dibawanya. Dia langsung bicara terburu-buru “arb … a… ada.. be… berita”.”Tenangkan dirimu inspektur,terburu-buru hanya akan membuatmu tersesat” ku tenangkan dia dan kupersilakan duduk di sofa ruang tamu.”Anda sudah tenang inspektur? Mungkin sekarang anda bisa menjelaskan arti anda untuk datang kemari” aku bertanya dengan halus kepada dia. “Begini aku baru saja datang dari kantor kepolisian” dia menjawab dengan penuh ketakutan “Aku sudah tahu itu, jasmu berantakan, ada noda kopi di kumismu, dan tinta dipipimu sebelah kiri.Aku menebak kalau kau baru saja tertidur setelah menandatangani berkas” kuucapkan hipotesaku padanya “seperti biasa kau mengesankan,Arbys” jawab dia dengan sedikit tenang “hanya hal biasa dan hobiku inspektur.Mmmm… mungkin sekarang waktunya kau membuka amplop itu” gumamku sambil menunjuk amplop yang dibawanya.
“Begini.Seperti apa katamu tadi aku baru saja menandatangani berkas dan aku tertidur. Aku terbangun karena ini (menunjukkan isi amplop). Surat ini aku temukan di mejaku setelah aku terbangun karena suara letupan.” Jelas dia tentang cara dia mendapatkan isi amplop itu.
Surat itu ditulis di secarik kertas dengan tinta merah. Warna tulisannya seperti darah,tapi itu bukan darah,hanya bahan kimia imitasi darah,aku tahu itu karena baunya seperti tinta. Aku berani bertaruh kalau penulisnya bukan orang sembarangan yang hanya iseng. Aku yakin karena melihat kertasnya dari bahan pembuat uang kertas. Dan ada simbol yang menggaguku. Simbol “*” diakhir surat.
“Sahabatku Starling atau aku bisa bilang monsterku dari gelap malam. Kau telah membunuh satu-satunya orang yang aku sayangi. Aku akan membunuhmu tepat ketika benda langit berjejer dan aku akan menggunakan senjata seorang pemburu di langit malam. "*” kubaca dengan suara sedikit berpuitis surat itu.
“Jangan bercanda Arbys,kau ingin aku benar-benar mati?” inspektur starling mulai memunculkan kemarahannya.
“hahaha… hanya bercanda, orang yang menegakkan keadilan tak akan kubiarkan mati begitu saja, aku hanya meniru gaya orang yang membuat surat ini. Karena jika aku lihat dari caranya menulis dan kata-katanya itu sangat bertolak belakang. Kau lihat bahasa yang ia gunakan begitu penuh amarah dan bergejolak tapi penulisannya begitu rapi dan bagus. Aku hanya mengungkapkan hipotesaku kalau penulisnya dan pengarangnya adalah orang yang berbeda. Mungkin inspektur kau bisa ceritakan orang-orang yang tidak sengaja kau bunuh? Ceritakan tentang orang yang terdekatnya” jawabku dengan penuh canda.
“Aku pernah sekali dengan sengaja membunuh seorang pelaku,namanya Nada,dia adalah seorang artis terkenal di Jakarta, tapi dia terjerumus oleh narkoba. Karena karirnya di dunia artis memudar, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi pengedar narkoba, ia tertangkap di rumahnya saat sedang berpesta. Aku memberikan tembakan peringatan ketika dia berusaha kabur. Dia tetap nekat untuk kabur dan akhirnya aku tembak kakinya. Nasib malang untuknya ketika dia terjatuh kepalanya terbentur batu dan mati seketika” jelas Starling dengan kesedihannya “Aku pernah mendengar tetang kasus itu,bisa kau lanjutkan” jawabku sambil menepuk bahunya.”Ada 2 orang yang dekat dengannya, pertama adalah Ricky,Ricky seorang pemain gitar profesional,ia adalah adik sepupu Nada. Kedua adalah Vicky,Vicky seorang tentara, ia adalah kekasih Nada. Satu lagi,mereka berdua kidal. “
“heh,aku tau semuanya Inspektur,kau tahu besok aka nada rasi bintang big dipper ? Rasi itu menunjukkan kalau semua planet terletak sejajar . Besok berhati – hatilah dia akan mengincarmu saat siang hari. Besok adalah jadwal mu untuk belajar memanah bukan ? orang itu akan membunuhmu menggunakan panah. Aku akan menggunakan senjata seorang pemburu di langit malam, kau tahu, maksudnya kalau dia akan membunuh menggunakan panah. Pemburu di langit malam adalah rasi bintang dan bintang yang melambangkan pemburu adalah sagitarius yang memegang panah. Aku juga baru sadar kalau simbol “*” adalah kasih sayang atau ciuman. Yah,tidak usah panjang lebar lagi kau sudah tahukan ?” dengan logatku yang setengah menyindir dan sombong aku mengungkapkan hipotesaku
“Terima kasih Arbys, aku tidak akan melupakan jasamu” ucap Starling. Untuk mencairkan suasana aku memberikan dia secangkir kopi. Sepanjang malam kami mengobrol tentang kasus-kasus lain yang belum terungkap. Malam mulai berakhir dan Inspektur Starling pamit untuk pulang.
Ketika siang menjelang aku mendapat kabar kalau Inspektur Starling telah menangkap seorang pemuda bernama Vicky yang berusaha membunuhnya. “hhmmmm….. Satu kasus lagi selesai,saatnya untuk menghirup aroma kemenangan. Tidak ada misteri yang tidak dapat diungkap dan kebenaran hanya ada nada satu” gumamku.