Pilih mana yang anda suka

Rabu, 03 April 2013

Piece Of Memories 1

Aku melihat kearah jendela kelas di samping kiri tempat dudukku. Melihat tiap tetes air hujan yang turun dengan derasnya, aku merasa bosan dengan kehidupanku saat ini.

Alex : Hah ( menghela nafas ) *hujan, dingin, sepi (menatap ke arah jendela kelas ) mungkin alam mendukung kehidupanku dengan rintik hujan ini. Di tambah lagi dengan guru ini (menatap kea rah papan tulis) Apa dia sedang belajar menulis huruf alien x,y,a,b,n ditambah dengan angka rumit dengan garis penghubung yang beraturan. *

Ren : hai (menepuk pundak Alex) kamu masih ingat kan kalau aku di sini ? (menatap keheranan)

Alex : Ha? Maksudmu? Ya iyalah

Ren : Nggak (menggelengkan kepala) daritadi kamu hanya bengong menatap jendela, jadi aku mengira kalau kamu menganggap dirimu sendirian di dunia ini dan melupakan orang – orang di sampingmu (tersenyum)

Alex : maaf (menepuk pundak Ren sambil menunduk) Aku cuma bosan dengan keseharianku. Maaf ya.

Ren : Hahaha (tertawa lebar) *bel pulang berbunyi* hem sudah bel ternyata. Ayo kita pulang (membereskan buku dimeja)

Alex : Hehehe… (membereskan buku di meja)

Setelah membereskan buku kami, aku dan teman – teman sekelas berdo’a lalu mengucapkan salam pada guru. Aku pulang dengan jalan kaki, sedangkan Ren dijemput oleh ayahnya seperti biasa. Jadi, aku mengobrol dengan Ren sambil ia menunggu jemputannya. Kami mengobrol di depan gerbang sekolah.



Ren : Eh Lex, kamu apa nggak ada kegiatan lain selain mengikuti aku? Apa kamu gay? (bertingkah laku genit)

Alex : Oke aku pulang (berjalan  meninggalkan Ren)

Ren : Ahahaha bercanda kog (menarik lengan Alex)

Alex : …..

Ren : Eh, oiya aku mau tanya

Alex : Apa?

Ren : Kenapa kamu belum punya pacar?

Alex : Ceklek (berpura – pura menodongkan senjata kepada Ren)

Ren : (diam sejenak) Ampun pak polisi (menunduk)

Alex : Baiklah kau kumaafkan. (menarik senjatanya) Tapi lain kali jangan melanggar lalu lintas. Kamu tahu kan kalau lalu lintas itu berbahaya. Bahkan lebih berbahaya dari hutan rimba. Bla …. Bla …. Bla …. (berlagak polisi)

Ren : Sir yes Sir (hormat)

Alex : Upacara selesai, Bubar

Orang disekitar : Dasar gila! Bisa diam nggak !?

Alex dan Ren : Bwahahahahahahahaha (Tertawa)

Setelah kami bercanda, tidak lama kemudian mobil jemputan Ren datang. Ren sempat berbicara sesuatu ketika ia menuju mobilnya.

Ren : Lex, ingat ini adalah masa – masa awal SMA kita. Berbeda dengan di SMP. Kita akan mengukir cerita cinta yang baru. Lebih indah dari pelangi di masa SMP kita.

Alex : He’em (menunduk) tapi mungkin untukmu bukan untukku. Kau tahu sendirikan kalau aku tidak begitu hebat dalam bersosialisasi. Bagaimana coba aku merasakan hal yang namanya “cinta”

Ren : Semua orang akan merasakannya, Lex. (Berhenti berjalan) Cinta bukanlah suatu hal yang dikejar, tetapi dijemput. Nanti kau juga akan tahu sendiri walaupun kau bukan tipe orang mudah bergaul. Karena kita manusia adalah bagian dari “cinta” itu sendiri. (melanjutkan berjalannya ke mobil)

Aku terdiam setelah mendengar kata – kata dari Ren. Sebelum mobil Ren pergi, ia melambaikan tangan lalu aku membalasnya. Ketika di perjalanan pulang aku masih memikirkan kata – kata Ren tadi.

Hingga aku melihat seekor kucing di tengah jalan. Awalnya kucing itu tidak ku perhatikan, tetapi seketika ada montor yang melaju kencang. Aku tidak berpikir panjang. Tubuhku bergerak atas kehendaknya sendiri. Aku langsung berlari dan melompat menyelamatkan kucing itu sebelum ditabrak oleh montor tadi. Seragam yang aku pakai sedikit robek di bagian lengan kananku.

Ketika aku mulai berdiri, seseorang berteriak memanggil nama “Kira”

Alex : Kau tidak apa – apakan, kucing? Hampir saja ya tadi (mengelus – elus kucing yang diselamatkan)

X : Kira! (menghampiri Alex) Maaf itu kucingku (mengambil kucing yang dipeluk Alex)

Alex : Oh iya maaf (menunduk)

X : Waaaa… Jangan menunduk (Menegakkan Alex)

Alex : Ahahahaha (Menggaruk – garuk kepalanya)

X : Kamu tidak apa – apakan? Tadi aku lihat kamu mencium Ibu Pertiwi sambil Diving? (bengong)

Alex : Nggak apa – apa kog *kenapa dia masih sempat bercanda di situasi seperti ini*

X : Pasti sakit ya?

Alex : Nggak kog, cuma dikit *emang dia pernah mencoba untuk diving di jalanan beraspal ya?*

X : Oiya maaf aku sampai lupa memperkenalkan diri. Namaku Anna. Ini kucingku Kira. Dan di rumah sebenarnya aku punya 10 kucing lagi yang namanya berbeda – beda. Golongan darahku O. Aku lahir di kota ini. ~

Alex : *Kapan selesainya? Ini perkenalan atau curhat?*

Anna : Kalau kamu sendiri siapa? (mengulurkan tangan)

Alex : Aku Alex. Salam kenal. (menjabat tangan Anna)

Anna : (tersenyum)

Alex : (tersipu) kawaii

Anna : Apa? Kamu bilang sesuatu tadi?

Alex : Nggak kog (menggaruk – garuk kepala) Ya udah ya aku mau pulang dulu. Ini sudah hampir sore.

Anna : Oh iya. Terima kasih lho ya (menunduk lalu tersenyum)

Alex : Iiiii…. Yaaaa… (gagap)

Anna : oke, da~da ~ (meninggalkan Alex sambil tersenyum dan melambaikan tangan)

Alex : (membalas lambaian tangan Anna)

Anna : Emmm bentar (kembali ke Alex) Bisa kamu tunjukkan jalan ke Perumahan Taman Indah? Dari tadi aku tersesat waktu jalan – jalan.

Alex : Ha? *Apa dia bodoh?*

Anna : Hehehe (tersipu malu) aku sebenarnya baru pindah ke kota ini.

Alex : ohhh…. Ke sana jalannya (menunjuk ke arah Perumahan Taman Indah)

Anna : Waaaa… Terima kasih ya (memeluk Alex lalu meninggalkan Alex)

Alex : ….

Aku hanya terdiam sebentar setelah pelukan itu. Ini pertama kalinya aku dipeluk perempuan. Bahkan ini pertama kalinya aku berbicara dengan perempuan yang aku kenal. Tubuhku serasa akan meledak.

Aku berjalan menuju rumah seperti orang bodoh. Sesampainya di rumah aku langsung mandi. Setelah itu di kamar aku masih membayangkan pelukan Anna.