Aku melihat kearah jendela kelas di samping kiri tempat
dudukku. Melihat tiap tetes air hujan yang turun dengan derasnya, aku merasa
bosan dengan kehidupanku saat ini.
Alex : Hah ( menghela nafas ) *hujan, dingin, sepi (menatap
ke arah jendela kelas ) mungkin alam mendukung kehidupanku dengan rintik hujan
ini. Di tambah lagi dengan guru ini (menatap kea rah papan tulis) Apa dia
sedang belajar menulis huruf alien x,y,a,b,n ditambah dengan angka rumit dengan
garis penghubung yang beraturan. *
Ren : hai (menepuk pundak Alex) kamu masih ingat kan kalau aku
di sini ? (menatap keheranan)
Alex : Ha? Maksudmu? Ya iyalah
Ren : Nggak (menggelengkan kepala) daritadi kamu hanya
bengong menatap jendela, jadi aku mengira kalau kamu menganggap dirimu
sendirian di dunia ini dan melupakan orang – orang di sampingmu (tersenyum)
Alex : maaf (menepuk pundak Ren sambil menunduk) Aku cuma
bosan dengan keseharianku. Maaf ya.
Ren : Hahaha (tertawa lebar) *bel pulang berbunyi* hem sudah
bel ternyata. Ayo kita pulang (membereskan buku dimeja)
Alex : Hehehe… (membereskan buku di meja)
Setelah membereskan buku kami, aku dan teman – teman sekelas
berdo’a lalu mengucapkan salam pada guru. Aku pulang dengan jalan kaki,
sedangkan Ren dijemput oleh ayahnya seperti biasa. Jadi, aku mengobrol dengan
Ren sambil ia menunggu jemputannya. Kami mengobrol di depan gerbang sekolah.
Ren : Eh Lex, kamu apa nggak ada kegiatan lain selain
mengikuti aku? Apa kamu gay? (bertingkah laku genit)
Alex : Oke aku pulang (berjalan meninggalkan Ren)
Ren : Ahahaha bercanda kog (menarik lengan Alex)
Alex : …..
Ren : Eh, oiya aku mau tanya
Alex : Apa?
Ren : Kenapa kamu belum punya pacar?
Alex : Ceklek (berpura – pura menodongkan senjata kepada
Ren)
Ren : (diam sejenak) Ampun pak polisi (menunduk)
Alex : Baiklah kau kumaafkan. (menarik senjatanya) Tapi lain
kali jangan melanggar lalu lintas. Kamu tahu kan kalau lalu lintas itu
berbahaya. Bahkan lebih berbahaya dari hutan rimba. Bla …. Bla …. Bla ….
(berlagak polisi)
Ren : Sir yes Sir (hormat)
Alex : Upacara selesai, Bubar
Orang disekitar : Dasar gila! Bisa diam nggak !?
Alex dan Ren : Bwahahahahahahahaha (Tertawa)
Setelah kami bercanda, tidak lama kemudian mobil jemputan
Ren datang. Ren sempat berbicara sesuatu ketika ia menuju mobilnya.
Ren : Lex, ingat ini adalah masa – masa awal SMA kita.
Berbeda dengan di SMP. Kita akan mengukir cerita cinta yang baru. Lebih indah
dari pelangi di masa SMP kita.
Alex : He’em (menunduk) tapi mungkin untukmu bukan untukku.
Kau tahu sendirikan kalau aku tidak begitu hebat dalam bersosialisasi.
Bagaimana coba aku merasakan hal yang namanya “cinta”
Ren : Semua orang akan merasakannya, Lex. (Berhenti
berjalan) Cinta bukanlah suatu hal yang dikejar, tetapi dijemput. Nanti kau
juga akan tahu sendiri walaupun kau bukan tipe orang mudah bergaul. Karena kita
manusia adalah bagian dari “cinta” itu sendiri. (melanjutkan berjalannya ke
mobil)
Aku terdiam setelah mendengar kata – kata dari Ren. Sebelum
mobil Ren pergi, ia melambaikan tangan lalu aku membalasnya. Ketika di perjalanan
pulang aku masih memikirkan kata – kata Ren tadi.
Hingga
aku melihat seekor kucing di tengah jalan. Awalnya kucing itu tidak ku
perhatikan, tetapi seketika ada montor yang melaju kencang. Aku tidak berpikir
panjang. Tubuhku bergerak atas kehendaknya sendiri. Aku langsung berlari dan
melompat menyelamatkan kucing itu sebelum ditabrak oleh montor tadi. Seragam
yang aku pakai sedikit robek di bagian lengan kananku.
Ketika
aku mulai berdiri, seseorang berteriak memanggil nama “Kira”
Alex : Kau tidak apa – apakan, kucing? Hampir saja ya tadi (mengelus
– elus kucing yang diselamatkan)
X : Kira! (menghampiri Alex) Maaf itu kucingku (mengambil
kucing yang dipeluk Alex)
Alex : Oh iya maaf (menunduk)
X : Waaaa… Jangan menunduk (Menegakkan Alex)
Alex : Ahahahaha (Menggaruk – garuk kepalanya)
X : Kamu tidak apa – apakan? Tadi aku lihat kamu mencium Ibu
Pertiwi sambil Diving? (bengong)
Alex : Nggak apa – apa kog *kenapa dia masih sempat bercanda
di situasi seperti ini*
X : Pasti sakit ya?
Alex : Nggak kog, cuma dikit *emang dia pernah mencoba untuk
diving di jalanan beraspal ya?*
X : Oiya maaf aku sampai lupa memperkenalkan diri. Namaku
Anna. Ini kucingku Kira. Dan di rumah sebenarnya aku punya 10 kucing lagi yang
namanya berbeda – beda. Golongan darahku O. Aku lahir di kota ini. ~
Alex : *Kapan selesainya? Ini perkenalan atau curhat?*
Anna : Kalau kamu sendiri siapa? (mengulurkan tangan)
Alex : Aku Alex. Salam kenal. (menjabat tangan Anna)
Anna : (tersenyum)
Alex : (tersipu) kawaii
Anna : Apa? Kamu bilang sesuatu tadi?
Alex : Nggak kog (menggaruk – garuk kepala) Ya udah ya aku
mau pulang dulu. Ini sudah hampir sore.
Anna : Oh iya. Terima kasih lho ya (menunduk lalu tersenyum)
Alex : Iiiii…. Yaaaa… (gagap)
Anna : oke, da~da ~ (meninggalkan Alex sambil tersenyum dan
melambaikan tangan)
Alex : (membalas lambaian tangan Anna)
Anna : Emmm bentar (kembali ke Alex) Bisa kamu tunjukkan
jalan ke Perumahan Taman Indah? Dari tadi aku tersesat waktu jalan – jalan.
Alex : Ha? *Apa dia bodoh?*
Anna : Hehehe (tersipu malu) aku sebenarnya baru pindah ke
kota ini.
Alex : ohhh…. Ke sana jalannya (menunjuk ke arah Perumahan
Taman Indah)
Anna : Waaaa… Terima kasih ya (memeluk Alex lalu
meninggalkan Alex)
Alex : ….
Aku
hanya terdiam sebentar setelah pelukan itu. Ini pertama kalinya aku dipeluk
perempuan. Bahkan ini pertama kalinya aku berbicara dengan perempuan yang aku
kenal. Tubuhku serasa akan meledak.
Aku
berjalan menuju rumah seperti orang bodoh. Sesampainya di rumah aku langsung
mandi. Setelah itu di kamar aku masih membayangkan pelukan Anna.